Senin, 07 Maret 2011

Ahli Sukses Bikin Sistem Peringatan Tsunami


Jakarta – Seismolog berhasil mengembangkan sistem yang memperingatkan akan adanya potensi tsunami 10 menit setelah gempa awal. Seperti apa?




Sistem yang dikenal dengan Rterg ini diharapkan bisa mencegah kematian massal seperti pada gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004 yang menewaskan 230 ribu orang di 14 negara, termasuk India, Indonesia, dan Thailand.


"Kami mengembangkan sistem yang secara langsung bisa mengidentifikasi gempa langka dan menghancurkan di Sumatra (pada 2010)," kata pemimpin studi Andrew Neman.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters.


Menggunakan sistem ini, korban jiwa akibat tsunami dapat diminamilisir, tambahnya asisten profesor di Georgia Institute of Technology (GIT). Biasanya, zona subduksi gempa akan pecah dengan kecepatan tiga km per detik pada 20-50 km di bawah permukaan Bumi.
Ketika gempa 7,8 skala richter (SR) terjadi di lautan, gelombang akan menjadi setinggi 20 cm. Gempa tsunami merupakan gempa langka yang pecah secara perlahan pada kecepatan 1-1,5 km per detik dan menyebar di dasar laut.


Alhasil, pengangkatan ke atas akan makin besar dan gelombang setinggi 10-20 meter pun tercipta. Hal inilah yang terjadi di Sumatra. Di Sumatra tinggi gelombang mencapai 17 meter dan menyebabkan kematian massal sekitar 430 orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar