
Jakarta – Siang ini, IHSG terpantau melemah, terpeleset komitmen produksi minyak negara-negara OPEC. Namun, ada peluang penguatan, terutama dari saham yang diuntungkan penguatan rupiah.
Pada perdagangan Senin (28/2) sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,882 poin (0,02%) ke level 3.442,648. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang menguat tipis 0,412 poin (0,07%) ke level 608,107.
Koreksi bursa tejadi diwarnai aksi aksi jual asing, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp76 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp647 miiliar dan transaksi beli mencapai Rp570 miliar.
Pada perdagangan Senin (28/2) sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,882 poin (0,02%) ke level 3.442,648. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang menguat tipis 0,412 poin (0,07%) ke level 608,107.
Koreksi bursa tejadi diwarnai aksi aksi jual asing, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp76 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp647 miiliar dan transaksi beli mencapai Rp570 miliar.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 1,471 miliar lembar saham, senilai Rp 1,698 triliun dan frekuensi 40.809 kali. Sebanyak 81 saham naik, 103 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Hanya empat sektor yang mengantar bursa terkoreksi, seperti industri dasar yang anjlok 0,9%, infrastruktur 0,4%, tambang 0,3% dan properti 0,2%. Sedangkan sektor-sektor lainnya masih menghijau.
Janson Nasrial, analis dari AM Capital mengatakan, mixednya bursa regional Asia masih menekan pergerakan IHSG. Pasar masih mengkhawatirkan komitmen negara-negara OPEC terhadap tambahan produksi minyaknya,”Hal inilah yang menyebabkan bursa sedikit bearish,” ujarnya.
Meskipun negara-negara penghasil minyak OPEC sudah berkomitmen akan menaikkan produksi minyaknya, namun jumlahnya belum cukup untuk menggantikan produksi minyak Libya yang mencapai 1,2 juta per barel.
Kendati demikian, Janson memperkirakan indeks saham gabungan dapat ditutup menguat terbatas sore nanti. Dinaikkannya outlook Indonesia oleh Fitch Rating mengindikasikan bahwa akan ada kenaikan rating untuk Indonesia dalam jangka waktu 3-9 bulan mendatang, yakni investment grade.
Selain itu, penguatan rupiah ke 8.832 per dolar AS juga menjadi katalis positif,”IHSG berpotensi ditutup menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 3430-3450 ,” ucapnya.
Salah satu saham pilihan Janson adalah International Nickel Indonesia (INCO), terkait peningkatan harga nikel di pasar dunia. Sedangkan Indofood Sukses Makmur (INDF), Berlian Laju Tanker ( BLTA) dan Unilever (UNVR) juga direkomendasikan karena emiten-emiten ini dapat memanfaatkan penguatan rupiah untuk meningkatkan kinerjanya. “Investor bisa beli saham-saham ini,” ujarnya.
Hanya empat sektor yang mengantar bursa terkoreksi, seperti industri dasar yang anjlok 0,9%, infrastruktur 0,4%, tambang 0,3% dan properti 0,2%. Sedangkan sektor-sektor lainnya masih menghijau.
Janson Nasrial, analis dari AM Capital mengatakan, mixednya bursa regional Asia masih menekan pergerakan IHSG. Pasar masih mengkhawatirkan komitmen negara-negara OPEC terhadap tambahan produksi minyaknya,”Hal inilah yang menyebabkan bursa sedikit bearish,” ujarnya.
Meskipun negara-negara penghasil minyak OPEC sudah berkomitmen akan menaikkan produksi minyaknya, namun jumlahnya belum cukup untuk menggantikan produksi minyak Libya yang mencapai 1,2 juta per barel.
Kendati demikian, Janson memperkirakan indeks saham gabungan dapat ditutup menguat terbatas sore nanti. Dinaikkannya outlook Indonesia oleh Fitch Rating mengindikasikan bahwa akan ada kenaikan rating untuk Indonesia dalam jangka waktu 3-9 bulan mendatang, yakni investment grade.
Selain itu, penguatan rupiah ke 8.832 per dolar AS juga menjadi katalis positif,”IHSG berpotensi ditutup menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 3430-3450 ,” ucapnya.
Salah satu saham pilihan Janson adalah International Nickel Indonesia (INCO), terkait peningkatan harga nikel di pasar dunia. Sedangkan Indofood Sukses Makmur (INDF), Berlian Laju Tanker ( BLTA) dan Unilever (UNVR) juga direkomendasikan karena emiten-emiten ini dapat memanfaatkan penguatan rupiah untuk meningkatkan kinerjanya. “Investor bisa beli saham-saham ini,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar