
Benghazi – Unjuk rasa antipemerintah di Libya terus mengucurkan darah. Sejumlah sniper dan serdadu bersenjata menembaki demonstran. Dua orang dilaporkan tewas seketika. (sumber inilah.com)
Saksi mata yang berada di jalanan menuturkan, banyak orang tewas akibat tembakan sniper yang ditempatkan di atap-atap bangunan. Di jalan, pria-pria bersenjata juga menembaki mereka dengan senjata otomatis dan bahkan, menggunakan senjata antipesawat udara.
“Kami diperlakukan seperti anjing. Ada yang sengaja ditembak di kepalanya,” ujar seorang pengunjuk rasa di wilayah Tajoura, Ibukota Tripoli, Jumat (25/2) waktu setempat.
Pada hari yang sama, pasukan yang setia kepada Khadafi menyerang pangkalan udara besar di Tripoli, yang telah jatuh ke tangan pemberontak. Sejumlah tank juga menyerang Misrata Air Base dan berperang melawan rakyat.
Menurut seorang dokter, pertempuran di kota terbesar ketiga Libya, Misrata, untuk merebut pangkalan udara tersebut telah menewaskan 22 orang. Ratusan lainnya juga tewas dan pemberontak menguasai sebagian besar Libya Timur. Mereka kini berusaha kerasa menguasai ibukota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar